Website objek wisata yang jawab "buka jam berapa?" duluan.
Untuk taman rekreasi, wisata alam, kolam renang, museum, kebun petik, sampai desa wisata. Jam buka, harga tiket, dan akses ada di satu halaman resmi yang bisa dipercaya pengunjung.
contoh- taman rekreasi
- wisata alam
- kolam renang
- museum
- kebun petik buah
- desa wisata
Masalah umum website objek wisata.
Bukan soal desain yang kurang cakep, tapi soal calon pelanggan yang nggak dapat jawaban.
Info resmi nggak ada
Jam buka dan harga tiket beredar dari ulasan dan postingan orang lain, sebagian sudah kedaluwarsa.
Harga libur bikin kaget
Pengunjung datang dengan harga hari biasa di kepala, lalu kaget di loket.
Rombongan susah bertanya
Sekolah dan kantor yang mau datang rombongan butuh kontak, harga grup, dan fasilitas yang jelas.
Halaman yang dibutuhkan.
Susunan yang kami sarankan untuk website objek wisata. Bisa mulai dari satu halaman panjang, lalu dipecah saat bisnisnya tumbuh.
disesuaikan sama bisnismu, ya
- 1
Beranda
Daya tarik utama, jam buka, dan harga tiket di bagian paling atas.
- 2
Tiket & jam buka
Harga hari biasa dan libur, jam buka, dan hari tutup.
- 3
Wahana & fasilitas
Wahana, mushola, toilet, tempat makan, dan area anak.
- 4
Akses & parkir
Peta, rute dari kota terdekat, kendaraan umum, dan parkir bus.
- 5
Rombongan & acara
Harga grup, paket outbound atau study tour, dan kontak pemesanan.
- 6
Galeri
Foto dan video pendek yang bikin orang ingin datang.
Yang bikin website objek wisata kerja.
Pengumuman di paling atas
Info tutup, libur, atau acara khusus tampil sebelum hal lain.
Tombol rute
Sekali klik ke Google Maps, langsung dari halaman.
WA untuk rombongan
Pesan otomatis berisi tanggal, jumlah orang, dan asal rombongan.
Ringan di jalan
Tetap cepat dibuka walau sinyal di perjalanan pas-pasan.
- SEO teknis & sitemap
- Meta Pixel + CAPI
- Google Analytics 4
- Tracking klik WA
- Search Console
- SSL & keamanan
- Garansi bug 30 hari
Dari ngobrol sampai online.
Alurnya jelas dari awal, dan tiap tahapnya bisa kamu pantau. Sama untuk semua jenis usaha.
- 01
Konsultasi
30 menit, gratis. Kita isi brief bareng.
- 02
Proposal
Maks. 2 hari kerja setelah konsultasi, angka final tertulis.
- 03
Desain
Halaman utama dulu, revisi, lalu disetujui.
- 04
Development
Bisa kamu pantau di link staging.
- 05
Launch & serah terima
Checklist Launch Standard lulus 100%, akses diserahkan.
Mau lihat hasil jadinya dulu? Buka proyek demo kami
Monster yang perlu diwaspadai di website objek wisata.
Cek website-ku gratisPaket yang paling pas.
Untuk website objek wisata, biasanya mulai dari sini. Angka final ada di proposal tertulis, belum PPN.
Landing Page
Satu halaman panjang untuk satu tujuan: promo, produk, event, atau kampanye iklan.
- 1 halaman, hingga 8 section
- Form / CTA WhatsApp
- Tracking konversi
- 2 putaran revisi
- Jadi 5โ7 hari kerja
Company Profile Starter
Website bisnis lengkap untuk kredibilitas dan mulai ditemukan di Google.
- Hingga 5 halaman
- 1 halaman layanan untuk SEO
- 2 putaran revisi
- Jadi 2โ3 minggu
Soal website objek wisata
Belum kejawab? Tanya langsung di WhatsApp, dibalas di jam kerja.
Bisa jual tiket online?
Bisa, dengan payment gateway (tambahan mulai Rp2,5 juta). Tiket dengan kode QR dan pemindaian di loket masuk Web App Custom (mulai Rp20 juta).
Siapa yang memperbarui info tutup atau libur?
Kami, lewat jatah perubahan konten di Care Plan (Basic 1 jam, Growth 4 jam per bulan). Kalau pengumumannya sering, CMS khusus bisa dibahas di proposal.
Pengelolanya desa atau BUMDes, bisa kerja sama?
Bisa. Prosesnya sama: konsultasi, proposal tertulis, lalu pengerjaan. Kalau butuh dokumen pengadaan tertentu, sampaikan di awal supaya bisa kita cek bareng.
Website untuk usaha lain
Sektor Pariwisata
Ngobrol soal website objek wisata.
30 menit, gratis. Ceritain usahamu, kami tunjukkan susunan website yang paling masuk akal, termasuk kalau ternyata belum perlu.



