Landing page vs company profile: pilih yang mana?
Landing page cocok untuk satu tujuan dan iklan, company profile untuk kredibilitas dan SEO. Panduan memilih, tabel perbandingan, dan dari mana sebaiknya kamu mulai.
Ditulis oleh Tim Jutif
Kamu mau punya website, tapi bingung: cukup satu halaman, atau perlu website lengkap dengan beberapa halaman? Pertanyaan ini wajar, dan jawabannya bukan soal mana yang lebih bagus, tapi mana yang paling pas dengan tujuanmu sekarang.
Artikel ini menjelaskan beda landing page dan company profile, kapan masing-masing cocok, dan dari mana sebaiknya kamu mulai kalau budgetnya belum cukup untuk dua-duanya.
Apa itu landing page?
Landing page adalah satu halaman panjang yang dibuat untuk satu tujuan. Misalnya: orang daftar kelas, pesan lewat WhatsApp, atau ambil promo. Isinya disusun seperti alur percakapan: masalah, solusi, bukti, penawaran, lalu tombol aksi.
Biasanya landing page dipakai sebagai tujuan iklan. Orang klik iklan, “mendarat” (land) di halaman itu, lalu diarahkan ke satu tombol. Nggak ada menu yang bikin mereka keluyuran ke mana-mana.
Apa itu company profile?
Company profile adalah website dengan beberapa halaman: beranda, tentang, layanan, portofolio, kontak, kadang blog. Tujuannya lebih luas: membangun kepercayaan, menjelaskan bisnismu dengan lengkap, dan membuat bisnismu bisa ditemukan di Google untuk berbagai kata kunci.
Orang yang membuka company profile biasanya sedang menimbang. “Bisnis ini beneran ada nggak? Pengalamannya gimana? Layanannya apa aja?” Website yang lengkap menjawab pertanyaan itu tanpa mereka harus chat dulu.
Perbandingan singkat
| Landing page | Company profile | |
|---|---|---|
| Jumlah halaman | Satu halaman panjang | Beberapa halaman |
| Tujuan | Satu aksi: daftar, pesan, beli | Kredibilitas dan informasi lengkap |
| Sumber pengunjung utama | Iklan, link di bio, kampanye | Pencarian Google, rekomendasi, kartu nama |
| Navigasi | Minim, fokus ke satu tombol | Menu lengkap |
| SEO | Terbatas: satu halaman, sedikit kata kunci | Lebih leluasa: tiap layanan bisa punya halaman sendiri |
| Seberapa sering diubah | Sering, ikut kampanye | Jarang, isinya lebih tetap |
| Harga di Jutif | mulai Rp2,5 jt | Rp5 jt (Starter) atau Rp9 jt (Business) |
Iklan atau Google: dari mana pengunjungmu datang?
Ini pertanyaan yang paling menentukan.
Kalau kamu berencana beriklan di Meta (Facebook dan Instagram) atau Google, landing page biasanya lebih efektif. Orang yang datang dari iklan sudah tertarik pada satu penawaran yang spesifik. Kalau mereka mendarat di beranda yang isinya macam-macam, mereka harus mencari sendiri, dan banyak yang menyerah di tengah jalan.
Kalau kamu ingin ditemukan lewat pencarian, misalnya “jasa renovasi rumah” atau “les privat matematika SD”, company profile lebih cocok. Google butuh halaman yang membahas tiap topik dengan jelas. Satu landing page sulit mewakili banyak layanan sekaligus.
Kapan cukup landing page?
- Kamu menjual satu produk atau satu layanan utama.
- Kamu mau mulai beriklan dan butuh halaman tujuan yang meyakinkan.
- Ada kampanye dengan waktu terbatas: promo, event, atau pendaftaran angkatan baru.
- Budget masih terbatas dan kamu ingin menguji penawaran dulu sebelum membangun website lengkap.
- Sebagian besar pelangganmu datang dari Instagram atau WhatsApp, dan kamu butuh satu halaman rapi untuk link di bio.
Kapan perlu company profile?
- Kamu punya beberapa layanan yang masing-masing dicari orang di Google.
- Calon pelangganmu perlu riset dulu sebelum memutuskan, misalnya untuk jasa B2B, klinik, atau pendidikan.
- Kamu butuh kredibilitas untuk tender, kerja sama, atau calon klien perusahaan yang pasti mengecek website.
- Kamu mau rutin menulis artikel (blog) untuk menjawab pertanyaan pelanggan.
- Kamu punya portofolio, tim, atau lokasi yang perlu ditampilkan.
Bisa punya dua-duanya?
Bisa, dan sering kali ini yang paling masuk akal. Company profile jadi “rumah” bisnismu yang ditemukan lewat Google, sementara landing page dibuat khusus untuk kampanye iklan tertentu. Keduanya bisa memakai domain yang sama, misalnya namabisnis.com untuk website utama dan namabisnis.com/promo untuk landing page.
Yang penting, dua-duanya dipasangi tracking (Meta Pixel dan GA4) supaya kamu tahu mana yang benar-benar menghasilkan chat dan formulir. Kalau belum familiar, baca Beda Meta Pixel dan Conversion API.
Mulai dari mana?
Kalau masih ragu, pakai urutan sederhana ini:
- Tentukan satu tujuan utama untuk beberapa bulan ke depan: menjalankan iklan, atau mulai ditemukan di Google?
- Kalau jawabannya iklan, mulai dari landing page. Uji penawaranmu, catat apa yang paling sering ditanyakan orang.
- Kalau jawabannya Google, mulai dari company profile dengan halaman terpisah untuk tiap layanan.
- Setelah salah satunya jalan, tambahkan yang lain sesuai kebutuhan.
Satu tips: apa pun yang kamu pilih, pastikan domain dan akunnya atas nama kamu, dan isi yang sudah ditulis (teks, foto, testimoni) disimpan rapi. Saat nanti kamu menambah company profile atau landing page baru, bahan itu bisa dipakai lagi.
Kesalahan yang sering terjadi
- Iklan diarahkan ke beranda. Orang yang klik iklan promo harus mencari sendiri promonya di antara menu dan banner lain. Arahkan iklan ke halaman yang membahas penawaran itu saja.
- Landing page dijejali semua layanan. Kalau satu halaman berusaha menjual lima hal, ujung-ujungnya nggak ada yang terasa meyakinkan. Satu landing page, satu penawaran.
- Company profile tanpa tombol kontak yang jelas. Website lengkap tetap butuh ajakan di setiap halaman, misalnya tombol WhatsApp atau formulir, supaya orang yang sudah yakin nggak perlu mencari cara menghubungimu.
- Satu halaman layanan untuk semua layanan. Untuk SEO, tiap layanan yang dicari orang sebaiknya punya halamannya sendiri, dengan judul dan penjelasan yang spesifik.
Berapa biayanya di Jutif?
Di halaman Harga: Landing Page mulai Rp2,5 jt (1 halaman, hingga 8 section). Company Profile Starter Rp5 jt (hingga 5 halaman, 1 halaman layanan untuk SEO). Company Profile Business Rp9 jt (hingga 10 halaman, blog dengan CMS, dan hingga 5 halaman SEO per layanan). Semuanya sudah termasuk SEO teknis dasar dan tracking konversi, dan harganya belum termasuk PPN.
Detail isi tiap paket ada di Pembuatan Website. Kalau mau tahu rincian biaya website secara umum, baca juga Berapa biaya bikin website di 2026?
Ringkasnya
Landing page = satu halaman, satu tujuan, paling pas untuk iklan dan kampanye. Company profile = beberapa halaman, untuk kredibilitas dan SEO. Pilih berdasarkan dari mana pengunjungmu datang dan apa yang kamu ingin mereka lakukan. Kalau perlu, punya dua-duanya.
Masih bingung? Ceritain bisnismu di konsultasi gratis 30 menit bareng Jutif Web. Kami rekomendasikan yang paling masuk akal, termasuk kalau jawabannya “cukup landing page dulu”.